Pages

Monday, September 3, 2018

Usai Asian Games, Korsel Tinjau Ulang Pengecualian Wajib Militer Atlet

SEOUL, iNews.id - Pemerintah Korea Selatan kemungkinan akan mengubah aturan soal pengecualian wajib militer bagi warganya. Hal ini disampaikan militer Korsel setelah puluhan atlet, termasuk sepak bola dan baseball, negara itu mendapat pembebasan wajib militer karena menyabet medali emas di Asian Games Jakarta-Palembang.

Program wajib militer merupakan momok bagi pria Korsel berbadan sehat karena mereka harus mengabdi selama 21 bulan untuk membela negara. Praktis, semua aktivitas mereka harus ditangguhkan, termasuk yang berprofesi sebagai atlet maupun artis.

Namun pemerintah memberikan pengecualian kepada atlet yang berhasil mendapatkan medali emas di Asian Games atau mendali apa pun di Olimpiade.

Di antara yang mendapat pengecualian itu adalah tim sepak bola dan baseball Korsel yang berlaga di Asian Games.

Namun tampaknya mereka akan menjadi atlet gelombang terakhir yang mendapatkan pengecualian. Pasalnya, militer akan mengubah aturan ini.

Ki Chan Soo, komisioner badan sumber daya militer, lembaga di bawah Kementerian Pertahanan Korsel, mengatakan, aturan itu sangat mungkin direvisi.

"Kami berencana mengkaji ulang secara menyeluruh sistem ini di bidang olahraga dan seni. Kami kehabisan sumber daya personel militer, jadi kami mulai melihat apakah program pengecualian ini adil," kata Ki, dikutip dari Yonhap.

Kementerian pertahanan dalam pernyataan mengungkap, untuk saat ini tidak akan mengubah sistem yang ada. Namun akan berkonsultasi dengan lembaga lain untuk mencari jalan keluarnya.

Pengecualian bagi atlet untuk mengikuti wajib militer pertama kali diperkenalkan pada 1970 dengan tujuan agar muncul olahragawan tangguh yang mampu berbicara di kancah internasional. Namun sejak beberapa tahun terakhir program tersebut mendapat kritikan karena dianggap tidak adil. Beberapa pihak bahkan menyerukan agar sistem pengecualian ini dihapuskan sama sekali.

Tim baseball Asian Games paling disoroti karena yang berangkat merupakan atlet senior papan atas dan bermain di liga nasional. Sementara negara-negara lain, seperti Jepang dan China Taipei, mengirim lebih banyak atlet amatir. Tak heran jika peluang Korsel untuk menang lebih besar.

Editor : Anton Suhartono

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2wEOlOa

No comments:

Post a Comment