Pages

Sunday, September 2, 2018

Kurs Rupiah Ambruk Dekati Rp14.800 per Dolar AS, Terburuk Sejak 1998

JAKARTA, iNews.id – Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot kembali terdepresiasi setelah mendekati level Rp14.800 pada perdagangan Senin (3/9/2018) sore.

Posisi tersebut merupakan yang tertinggi sejak 1 Juni 1998 saat rupiah menyentuh Rp15.100 per dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, hingga pukul 10:01 WIB, rupiah berada di level Rp14.779 per dolar AS, turun 69 poin atau 0,47 persen dibandingkan posisi akhir pekan lalu di Rp14.710 per dolar AS.

Rupiah langsung dibuka melemah 35 poin di Rp14.745 per dolar AS dan terus tertekan. Sejauh ini, rupiah bergerak dalam rentang Rp14.745-14.785 per dolar AS. Sementara sejak awal tahun, rupiah melemah 8,52 persen terhadap greenback.

Data Reuters pukul 10:07 WIB menunjukkan, rupiah juga melemah ke Rp14.777 per dolar AS. Selama sesi perdagangan, rupiah bergerak dalam rentang Rp14.735-14.777 per dolar AS.

Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia Senin 3 September 2018, rupiah melemah 56 poin menjadi Rp14.767 per dolar AS dari posisi akhir pekan lalu di Rp14.711 per dolar AS.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada memprediksi kurs rupiah hari ini akan bergerak dalam kisaran Rp14.745-14.715 per dolar AS. Pergerakan rupiah berpeluang kembali melemah akibat dolar AS yang masih menguat.

Dia mengatakan, meningkatnya permintaan akan dolar AS membuat pergerakannya cenderung kembali meningkat dan berimbas pada melemahnya rupiah.

"Diharapkan pelemahan rupiah dapat lebih terbatas. Tetap cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," kata Reza.

Pergerakan rupiah sebelumnya, kembali melemah terimbas terapresiasinya dolar AS. Adanya sentimen kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi perang dagang kembali membuat permintaan akan dolar AS meningkat. Pergerakan dolar AS kembali terapresiasi setelah Presiden Trump berencana kembali mengenakan tarif impor atas barang dari China.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mengkhawatirkan kondisi yang sama akan diberlakukan oleh Uni Eropa. Sementara itu, dari dalam negeri masih minim sentimen positif sehingga rupiah pun kembali terdepresiasi.

Editor : Rahmat Fiansyah

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2NFcxXj

No comments:

Post a Comment