.jpg)
JAKARTA, iNews.id – Bawaslu terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan Pemilu 2019 berlangsung lancar, transparan, dan damai. Koordinasi salah satunya dilakukan dengan aparat Polda Metro Jaya.
Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan, suksesnya pemilu tidak hanya bergantung pada penyelenggaran, namun seluruh pihak. Karena itu, koordinasi dengan Polda Metro Jaya menjadi langkah penting.
"Kami melakukan forum group discussion (FGD) tentang persiapan pemilu, keamanan pemilu," kata Fritz di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/8/2018).
Dia menerangkan, dalam pertemuan tersebut, Bawaslu bersama Polda melakukan koordinasi pengamanan, termasuk titik-titik yang dinilai rawan gangguan. Pada Pemilu 2019, terdapat 28.000 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di DKI Jakarta dan sekitarnya.
"Jadi polisi sudah punya beberapa potensi pelanggaran ataupun indeks yang mungkin akan muncul dalam proses Pemilu 2019," katanya.
Menurutnya, berkaca pada Pilkada 2018, potensi pelanggaran pemilu banyak terjadi pada tahapan pencalonan, kampanye, dan masa tenang.
Berdasarkan pemetaan Bawaslu, terdapat beberapa potensi pelanggaran pada pemilu mendatang. Salah satunya kecurangan di TPS. Namun dengan adanya pengawas, kecurangan dapat ditekan.
Editor : Zen Teguh
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2wkU4Zh
No comments:
Post a Comment