Pages

Friday, January 31, 2020

Jelang Olimpiade, Tim Angkat Besi Indonesia Ikuti Kejuaraan di Iran

TEHERAN, iNews.id - Tim angkat besi Indonesia tiba di Iran. Mereka dijadwalkan mengikuti kejuaraan 5th International Fajr Cup yang digelar dari 1-5 Februari 2020.

Kejuaraan ini merupakan salah satu ajang kualifikasi menuju Olimpiade 2020 di Tokyo. Tim Indonesia memberangkatkan Eko Yuli Irawan, Deni, dan Triyatno, serta dua pelatih yaitu Erwin Abdullah Daming dan Muhammad Rusli.

Saat tiba pada Jumat (31/1/2020) kemarin, Tim Angkat Besi Indonesia mendapat sambutan dari Duta Besar RI untuk Iran, Octavino Alimudin. Dikutip dari Antara, pihak Kedubes disebutkan bakal memberi dukungan penuh terhadap perjuangan Eko Yuli dan kawan-kawan.

Pada kejuaraan kali ini, Eko Yuli yang berada di peringkat lima dunia, akan kembali turun di kelas andalannya 61 kg. Untuk mengamankan tiket ke Olimpiade, maka Eko harus mempertahankan posisinya di peringkat delapan besar dunia hingga akhir masa kualifikasi, April 2020.

Dua nama lainnya akan tampil di nomor berbeda. Deni berjuang di kelas 67 kg. Sementara Triyatno di kelas 73 kg.

Setelah International Fajr Cup, Indonesia masih harus mengirim perwakilan ke beberapa turnamen jelang Olimpiade. Ke depannya ada kejuaraan 6th International Solidarity Championship di Uzbekistan (8-12 Februari), Asian Youth and Junior Championship di Uzbekistan (13-19 Februari), IWF Junior World Championship di Rumania (14-21 Maret), serta Asia Championship di Kazakhstan.

Editor : Bagusthira Evan Pratama

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Ohj9NU

Kembang Api dan Lagu ‘God Save the Queen’ Tandai Berpisahnya Inggris dari Uni Eropa

LONDON, iNews.id - Inggris resmi berpisah dari Uni Eropa (Brexit) pada Jumat (31/1/2020) pukul 23.00 waktu setempat atau Sabtu (1/2/2020) pukul 06.00 WIB.

Seremoni perpisahan ditandai oleh warga para pendukung Brexit di Yorkshire dengan menyanyikan lagu kebangsaan ‘God Save the Queen’ melalui pengeras suara.

Mereka juga mengadakan pesta kembang api, setelah melakukan hitung mundur hingga menunjukkan angka nol tepat di pukul 23.00.

“Saya sangat senang. Kami sebenarnya sudah mulai putus asa (Brexit gagal), tapi kami berhasil,” kaya seorang warga Ann Lennard (73), di Yorkshire, seperti dikutip dari AFP.

Bagi para pendukung, keluarnya Inggris dari Uni Eropa termasuk lambat. Dalam referendum pada 2016, hampir 60 persen warga di sana menyetujui keluarnya negara itu dari Uni Eropa.

“Saya telah menunggu ini sejak 2016. Kami telah diberitahu tiga kali untuk pergi dan akhirnya kami berhasil," kata mahasiswa, Joshua Spencer (25).

Dia mengakui ada beberapa kekhawatiran mengenai masa depan ekonomi Inggris ketika meninggalkan pasar tunggal Uni Eropa, yakni kehilangan mitra dagang terbesar. Namu dia yakin Inggris bisa segera bangkit.

“Tapi saya senang kita dapat membangun kembali kebebasan Inggris,” tuturnya.

Perayaan juga ditandai dengan pidato Perdana Menteri Boris Johnson yang ditayangkan melalui layar besar. Johnson menegaskan Brexit bukan akhir tapi hanya awalan.

Andrea Jenkys, anggota parlemen dari Partai Konservatif, pendukung Brexit, merupakan sponsor pesta di Yorkshire.

“Malam ini merupakan pesta besar Brexit. Kami berada di jantung Brexit di Yorkshire dan semuanya terjadi di London. Dan saya pikir itu baik untuk menandai momen dengan mengadakan sesuatu di sini,” ujarnya.

Editor : Anton Suhartono

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/31fxwrt