
MICHIGAN, iNews.id - Gigafactory Tesla di Gruenheide, Berlin, Jerman, kabarnya akan dipakai untuk memproduksi baterai mobil listrik pada 2021. Baterai tersebut diklaim lebih unggul daripada jenis lithium-ion biasa yang digunakan pada mobil listrik saat ini.
Dilansir dari Carscoops, Senin (6/1/2020), Tesla menggandeng ilmuwan dari Universitas Dalhousie, Kanada, sejak April 2019, untuk menciptakan baterai lithium-ion berteknologi baru. Baterai mobil listrik tersebut dapat dipakai hingga 1 mil atau 1,6 juta kilometer (km).
Saat ini, Tesla Model S dan Model X menggunakan baterai 100 kWh dengan performa di antara 1.000-2.000 kali siklus pengisian. Sementara lithium-ion teknologi baru hanya kehilangan 5 persen dari kapasitasnya setelah melalui 1.000 siklus pengisian dan masih menampung 90 persen dari kapasitasnya meski telah mengalami 4.000 siklus pengisian.
Baca juga:
Mobil Terendam Banjir, Ini yang Harus Anda Lakukan Agar Kendaraan Tak Rusak Berat
Mengenal Istilah Water Hammer, Air Masuk ke Ruang Bahan Bakar Mobil
CEO Tesla, Elon Musk mengatakan, paket baterai satu juta mil itu akan sangat berguna untuk truk jarak jauh yang sering dikendarai hingga 150.000 mil per tahun. Namun, untuk mobil penumpang, paket baterai tersebut tidak akan berguna lantaran usia kendaraan di AS rata-rata hanya 150.000 mil.
Selain baterai mobil listrik, pabrik Gruenheide juga akan memproduksi 500.000 kendaraan listrik dalam setahun. Model yang akan dilahirkan di sana, antara lain Tesla Model 3, Model Y dan mobil masa depan meski tidak dijelaskan model apa yang akan diproduksi.
Editor : Dani Dahwilani
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2rW98h5
No comments:
Post a Comment