
WASHINGTON, iNews.id - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan bahwa komandan militer Iran, Qasem Soleimani, merencanakan tindakan dalam waktu dekat yang mengancam warga Amerika. Hal itu dia sampaikan ketika sang jenderal terbunuh dalam serangan udara AS di Baghdad.
Soleimani, komandan pasukan operasi asing Pengawal Revolusi Islam (IRGC), terbunuh oleh serangan udara di bandara internasional Baghdad.
"Dia secara aktif merencanakan di kawasan itu untuk membuat tindakan -tindakan besar, seperti yang dia jelaskan -yang akan membuat puluhan atau ratusan nyawa orang Amerika dalam bahaya," kata Pompeo, kepada CNN, Minggu (5/1/2020).
"Kami tahu hal itu sudah dekat," kata Pompeo terkait rencana Soleimani.
Namun dia tidak menjelaskan secara rinci tentang sifat operasi yang direncanakan itu.
"Ini adalah penilaian berbasis intelijen yang mendorong proses pengambilan keputusan kami," ujar Pompeo.
Diplomat top AS itu menghabiskan hari itu dengan memanggil para pejabat di seluruh dunia untuk membahas pembunuhan Soleimani, yang menyebabkan Iran berjanji membalas dendam terhadap AS.
Di antara yang dia telepon adalah anggota politbiro China Yang Jiechi, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, kepala militer Pakistan Qamar Javed Bajwa, menteri luar negeri Inggris, Jerman dan Rusia, serta Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al-Nahyan.
Pompeo juga berbicara dengan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, sekutu utama AS.
"AS mengucapkan terima kasih atas dukungan teguh Riyadh dan karena mengakui ancaman agresif yang terus-menerus diajukan oleh IRGC," isi pernyataan Departemen Luar Negeri AS/
Secara terpisah, Pompeo menyatakan Aas'ib Ahl Al Haq (AAH) sebagai organisasi teroris asing, sebuah kelompok yang katanya didanai dan dilatih secara luas oleh IRGC, dan juga memblokir asetnya dan aset dua pemimpinnya.
"AAH dan para pemimpinnya adalah proksi keras Republik Islam Iran," kata Pompeo.
"Bertindak atas nama tuan mereka di Teheran, mereka menggunakan kekerasan dan teror untuk memajukan upaya rezim Iran untuk melemahkan kedaulatan Irak."
Editor : Nathania Riris Michico
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2MZomtc
No comments:
Post a Comment