Pages

Friday, January 24, 2020

Ada Nama Gus Dur Terukir dalam Papan Leluhur di Altar Pecinan Semarang

SEMARANG, iNews.id – Nama Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terukir dalam papan nama leluhur atau sinchi di altar Gedung Perkoempoelan Sosial Rasa Dharma atau Boen Hian Tong di Jalan Gang Pinggir, Pecinan Semarang. Penempatan papan nama ini sebagai bentuk penghormatan warga Tionghoa setempat atas jasa Gus Dur.

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Wisata (Kopisemawis) Haryanto Halim mengatakan, papan nama tersebut telah dipasang pada altar sejak 2013 silam.

"Ini penghormatan kami kepada Gus Dur, satu-satunya Muslim yang berada di altar ini," katanya, Jumat (24/1/2020).

Tak hanya papan nama Gus Dur, di tempat tersebut juga tak lagi menggunakan daging babi sebagai sajian makanan. Terlebih ada tiga Muslimah yang menjadi bagian dari kepengurusan kelompok yang telah berdiri sejak 1876 tersebut.

"Sajian daging babi kami ganti dengan daging kambing," katanya.

Olahan daging ini dapat ditemukan di altar maupun meja makan. Termasuk ketika menggelar jamuan makan siang atau kenduri. Berbagai olahan daging ayam jadi menu utama, selain tumpeng nasi kuning. Selain itu, kudapan khas Tionghoa juga menjadi hidangan pelengkap.

"Orang Tionghoa juga melakukan kenduren (kenduri). Makan bersama keluarga, tetangga atau teman," ujar Halim.

Kampung Pecinan Kota Semarang, Jawa Tengah, merupakan salah satu kawasan yang memiliki banyak cerita sejarah tentang gambaran kerukunan antarumat beragama.

Diketahui, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dilantik sebagai Presiden ke-4 RI pada 20 Oktober 1999 menggantikan BJ Habibie. Masa jabatannya berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001 setelah mandatnya dicabut MPR.

Dalam pemerintahannya, cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Kiai Hasyim Asy’ari ini menganulir Inpres Nomor 4/1967 tentang agama, kepercayaan, dan adat istiadat China yang diterbitkan Presiden Soeharto, dengan menerbitkan Inpres Nomor 6/2000. Setahun kemudian, Gus Dur menerbitkan Keppres Nomor 19/2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif.

Editor : Donald Karouw

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2NVLSYz

No comments:

Post a Comment