
VENESIA, iNews.id - Ribuan warga Venesia turun ke jalan-jalan di Kota Renaissance, Minggu (24/11/2019). Mereka melampiaskan amarah karena seringnya banjir, yang salag satunya disebabkan kapal-kapal pesiar raksasa.
Menantang hujan deras, antara 2.000 hingga 3.000 orang ikut aksi protes bersama kelompok lingkungan dan kelompok yang menentang kapal pesiar.
Para pengeritik mengatakan ombak yang diciptakan kapal-kapal pesiar mengikis fondasi kota laguna itu.
BACA JUGA: Ribuan Orang Protes Menentang Kapal Pesiar di Venesia
Meneriakkan slogan-slogan seperti "Venice resisten" dan menyerukan pengunduran diri Wali Kota Luigi Brugnaro, para demonstran juga mengimbau agar proyek besar-besaran, MOSE, untuk dibatalkan.
Proyek infrastruktur multi-miliar euro yang sudah berlangsung sejak 2003 itu bertujuan melindungi Venesia dari banjir. Namun malah terganggu biaya yang terus membengkak, skandal korupsi, hingga penundaan terus-terusan.
BACA JUGA: Venesia 'Tenggelam', Italia Umumkan Keadaan Darurat
Protes itu juga menyusul banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya awal bulan ini yang menghancurkan Venesia. Banjir itu menenggelamkan rumah, bisnis, dan kekayaan budaya.
"Warga Venesia baru saja mengalami luka yang dalam. Banjir itu membuat kota ini bertekuk lutut dan terlihat kerapuhannya yang ekstrem kepada dunia," kata aktivis Enrico Palazzi, kepada AFP.
BACA JUGA: 5 Fakta 'Tenggelam'-nya Venesia, Pernah Terendam Nyaris 2 Meter
Venesia kembali dilanda "acqua alta" (gelombang air tinggi) pada Minggu (24/11/2019), dengan tingkat mencapai 130 sentimeter (lebih dari empat kaki).
Venesia, yang merupakan kota Warisan Dunia UNESCO, merupakan rumah bagi sekitar 50.000 orang, sementara sekitar 36 juta orang mengunjunginya setiap tahun.
BACA JUGA: Venesia Ajak Kota-Kota Pelabuhan di Eropa Atasi 'Ancaman' Kapal Pesiar
Editor : Nathania Riris Michico
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2DdpQdZ
No comments:
Post a Comment