
SEOUL, iNews.id - Korea Utara memperingatkan Korea Selatan untuk berhenti campur tangan dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS). Hal ini muncul jelang kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Seoul, Korea Selatan (Korsel), di tengah kebuntuan nuklir.
Pembicaraan soal denuklirisasi terhenti sejak Februari ketika pertemuan puncak kedua antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un gagal. Mereka gagal menyepakati apa yang akan bersedia diserahkan Korut sebagai imbalan atas bantuan sanksi dari AS.
Trump disebut-sebut akan terbang ke Seoul pada akhir pekan untuk pertemuan puncak dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae In usai kTT G-20 di Jepang.
Kemarin, Moon mengatakan bahwa pembicaraan "di belakang layar" sedang terjadi antara AS dan Korea Utara dengan maksud untuk mempersiapkan pertemuan puncak ketiga.
"Yang juga sedang berlangsung adalah dialog antara Korea Selatan dan Utara melalui beragam saluran," kata dia, dalam wawancara tertulis dengan media terkemuka.
Korsel juga baru-baru ini menyetujui 8 juta dolar bantuan makanan untuk Korea Utara.
BACA JUGA: Diam-Diam, AS dan Korut Bahas Rencana Pertemuan Ke-3 Trump dan Kim Jong Un
Namun, seorang pejabat di kementerian luar negeri Korea Utara mengecam Korsel. Dia mengatakan Korsel berusaha meningkatkan posisinya dengan menyamar sebagai "mediator".
Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara, dia mengatakan AS dan Korea Utara adalah "pihak langsung".
"Ini sama sekali bukan masalah di mana pemerintah Korea Selatan dapat ikut campur," kata dia, seperti dilaporkan AFP, Kamis (27/6/2019).
"Jika Korea Utara harus menghubungi AS, hal itu dapat menggunakan saluran komunikasi yang sudah ada," katanya, seraya menekankan bahwa komunikasi itu tidak akan pernah dilakukan melalui pemerintah Korea Selatan.
"Pejabat Korea Selatan bertindak seolah-olah ada berbagai pertukaran dan pembicaraan di belakang layar antara Utara dan Selatan, (padahal) tidak ada," tambahnya.
Moon, yang mendukung keterlibatan dengan Korut, menjadi perantara pembicaraan antara Trump dan Kim tahun lalu dan mengadakan tiga kali pertemuan puncak dengan Kim.
Kunjungan Trump ke Korsel memicu spekulasi media tentang kemungkinan pertemuan puncak tiga pihak dengan Kim dan Moon, tetapi Trump sendiri mengatakan dia tidak akan bertemu Kim.
Editor : Nathania Riris Michico
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2RzZ7hY
No comments:
Post a Comment