DONGGI, iNews.id - PT Pertamina (Persero) mengaku program BBM Satu Harga yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak terlalu membebani biaya operasional. Pasalnya, volume BBM dalam program tersebut hanya sedikit.
"Secara volume, program tersebut sangat kecil sekali, yaitu hanya 0,05 persen dari volume nasional," kata Direktur Pemasaran Korporat Pertamina, Basuki Trikora Putra di Donggi, Sulawesi Tengah, Rabu (15/5/2019).
Dia menilai, BBM Satu Harga merupakan program penugasan pemerintah kepada Pertamina sebagai BUMN. Selain itu, Pertamina menilai masyarakat di kawasan 3 T (terdepan, terluar, dan tertinggal) harus mendapat harga BBM yang sama dengan daerah-daerah lain.
"Kita tentunya ingin semua warga Indonesia, dimanapun berada di Indonesia bisa membeli BBM dengan harga yang sama," tutur dia.
Basuki menargetkan, akan ada sekitar 160 titik BBM Satu Harga pada tahun ini yang tersebar di wilayah 3 T. Program ini diterapkan sejak 2017 setelah dicanangkan Presiden Jokowi pada 17 Oktober 2016.
Saat itu, Presiden ingin agar seluruh masyarakat Indonesia bisa mendapatkan keadilan, termasuk dalam membeli BBM. Sebelumnya, harga BBM di wilayah 3T sangat mahal dibandingkan Jawa atau kota-kota lain di Indonesia.
Editor : Rahmat Fiansyah
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2W12Iuh
No comments:
Post a Comment