
TURIN, iNews.id – Juventus tengah mencari obat sakit hati jelang menjamu Parma pada giornata ke-22 Serie A di Allianz Stadium, Minggu (3/2/2019) dini hari WIB. Si Nyonya Tua baru saja tersingkir dari ajang Coppa Italia.
Klub Turin itu dipaksa angkat koper usai dibantai Atalanta dengan skor mencolok 0-3, pada perempat final di Stadion Atleti Azzurri d’Italia, Bergamo, Kamis (31/1/2019). Pelatih Juve Massimiliano Allegri mengaku kekalahan itu sangat menyakitkan.
Tersingkir dari Coppa Italia membuat Cristiano Ronaldo dkk, dipastikan gagal meraih treble winners musim ini. Kini, mereka hanya berkompetisi di dua ajang yaitu Liga Champions dan Serie A.
Walau begitu, Allegri tak ingin pemainnya larut dalam kekecewaan. Mantan Allenatore AC Milan tersebut mengungkapkan ini merupakan waktu yang tepat untuk merefleksikan diri dan mengevaluasi kekalahan.
“Kami tidak akan mendramatisasi situasi. Juve hanya kehilangan satu pertandingan, di mana kami dipermalukan Atalanta. Ada sesuatu yang salah ketika kami bermain di Bergamo. Hal itu harus kami perbaiki,” kata Allegri dikutip Football Italia.
“Ada saat dimana dalam satu musim suasana ruang ganti menjadi kacau akibat hasil yang tidak membanggakan. Tapi di situ letak kedewasaan sebuah tim diuji. Momen seperti ini harus dihadapi dengan ketenangan,” ujarnya.
Pada laga nanti, Si Nyoya Tua masih tidak bisa diperkuat defender andalan sekaligus kapten tim Giorgio Chiellini akibat cedera betis. Begitu pula Leonardo Bonucci yang harus beristirahat sebulan akibat cedera engkel.
Beruntung, striker Mario Mandzukic sudah pulih dari cederanya dan mendapat lampu hijau dari tim medis untuk bermain. Dia diprediksi akan bekerja sama dengan Ronaldo dan Paulo Dybala atau Federico Bernardeschi di lini serang.
Beralih ke kubu tim tamu, Pelatih Parma Roberto D’Aversa sadar kondisi para penggawa Juve tengah tidak stabil usai tersingkir dari Coppa Italia. Namun, dia menilai Si Nyonya Tua merupakan tim bermental juara yang bisa segera keluar dari situasi seperti itu.
Ditambah lagi, pasukan Allegri akan bermain di depan pendukung sendiri. Karenanya, D’Aversa meminta para pemainnya fokus selama 90 menit pertandingan dan menghindari membuat kesalahan sendiri.
“Juve kesulitan dalam pertandingan terakhir. Tetapi, mereka tetap menjadi salah satu tim terkuat di Eropa. Saya rasa bukan performa mereka yang turun, melainkan Atalanta yang bermain sangat hebat. Kami tidak boleh berpikir Juve akan bermain buruk setelah kekalahan di Coppa Italia, karena mereka tim yang sangat kuat,” ujar D’Aversa.
PERKIRAAN PEMAIN
JUVENTUS (4-3-3)
Szczesny; Cancelo, Rugani, Caceres, Sandro; Can, Pjanic, Matuidi; Dybala, Ronaldo, Mandzukic
Pelatih: Massimiliano Allegri
PARMA (4-3-3)
Sepe; Iacoponi, Alves, Bastoni, Gagliolo; Barilla, Scozzarella, Kucka; Gervinho, Inglese, Biabiany
Pelatih: Roberto D’Aversa
LIMA PERTEMUAN TERAKHIR
|
02/09/2018 |
Serie A |
Parma vs Juventus |
1-2 |
|
11/04/2015 |
Serie A |
Parma vs Juventus |
1-0 |
|
29/01/2015 |
Coppa Italia |
Parma vs Juventus |
0-1 |
|
09/11/2014 |
Serie A |
Juventus vs Parma |
7-0 |
|
27/03/2014 |
Serie A |
Juventus vs Parma |
2-1 |
Prediksi: 60-40
Editor : Haryo Jati Waseso
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2sXbaKW
No comments:
Post a Comment