Pages

Thursday, January 3, 2019

Wall Street Turun Tajam Tertekan Merosotnya Saham Apple

NEW YORK, iNews.id - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup turun tajam pada Kamis (3/1/2019) waktu setempat menyusul perkiraan pendapatan kuartal pertama Apple yang merosot. Penurunan itu juga dipengaruhi rilis data ekonomi yang negatif sehingga memicu kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Mengutip Xinhua, Jumat (4/1/2019), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 600,02 poin, atau 2,83 persen menjadi 22.686,49. Indeks S&P 500 merosot 62,14 poin, atau 2,48 persen, menjadi 2.447,89. Indeks Nasdaq Composite anjlok 202,43 poin, atau 3,04 persen, menjadi 6.463,50.

Saham Apple anjlok hampir 10 persen pada penutupan perdagangan, sehingga membebani indeks Dow Jones Industrial Average dan membukukan kerugian satu hari terbesar dalam enam tahun.

Apple merevisi perkiraan pendapatan pada kuartal pertama tahun fiskal 2019 lebih rendah menjadi 84 miliar dolar AS, CEO Tim Cook mengumumkan dalam sebuah surat kepada investor pada Rabu.

Angka tersebut, turun tajam dari proyeksi sebelumnya dari kisaran 89-93 miliar dolar AS. Dengan demikian, proyeksi tersebut menjadi koreksi penurunan pertama dalam lebih dari 15 tahun.

Cook mengaitkan sebagian besar proyeksi perusahaan tentang penurunan pendapatan dengan merosotnya penjualan di iPhone, Mac dan iPad di toko ritel dan mitra dagang di China.

Saham Bristol-Myers Squibb juga merosot lebih dari 13 persen, menyusul berita bahwa perusahaan farmasi AS ini berencana untuk membeli saingannya, Celgene, sebuah perusahaan bioteknologi AS, sekitar 74 miliar dolar AS. Sebaliknya, Saham Celgene melonjak lebih dari 20 persen pada penutupan perdagangan.

Saham Delta Air Lines juga menukik sekitar 8,9 persen setelah maskapai AS menurunkan perkiraan pendapatannya pada kuartal keempat 2018. Saham Boeing juga turun hampir 4 persen. Sembilan dari 11 sektor S&P 500 utama turun, dengan sektor teknologi informasi turun lebih dari 5 persen, pelemahan. Sektor industri menempati peringkat kedua dengan penurunan hampir 2 persen.

Di sisi ekonomi, investor mencermati data suram terkait ekonomi AS, memicu kegelisahan atas surutnya kegiatan ekonomi pada tahun baru. Indeks manufaktur ISM turun ke 54,1 pada bulan Desember, level terendah sejak November 2016, yang lebih lemah dari ekspektasi pasar dan turun dari 59,3 pada November.

Indeks, yang dikeluarkan oleh Institute for Supply Management (ISM), secara luas dianggap sebagai indikator untuk laju ekspansi kegiatan ekonomi di sektor manufaktur. ISM yang berbasis di AS adalah asosiasi manajemen pasokan nirlaba terbesar di dunia.

Pasar tenaga kerja AS tetap tertatih-tatih untuk mempertahankan kekuatannya dengan meningkatnya klaim pengangguran mingguan dan gaji swasta. Jumlah orang AS yang mengajukan tunjangan pengangguran mencapai 231.000 dengan peningkatan yang disesuaikan secara musiman 10.000 untuk pekan yang berakhir 29 Desember, kata Departemen Tenaga Kerja pada Kamis.

Sementara itu, jumlah tenaga kerja swasta naik 271.000 pekerjaan pada Desember, lebih tinggi dari peningkatan November 157.000, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP pada Kamis.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2TlCX2G

No comments:

Post a Comment