
JAKARTA, iNews.id – Pasangan capres–cawapres nomor urut 01 Jokowi–Ma’ruf Amin merasa yakin Indonesia bisa menjadi negara yang bersih dari korupsi. Pasangan kandidat petahana itu menilai korupsi di Indonesia masih bisa diberantas, karena levelnya tidak separah kanker stadium 4 yang hampir mustahil dapat diobati.
“Terlalu lebay dan berlebihan jika korupsi tidak dapat diberantas yang menunjukkan itu pandangan yang pesimistis terhadap bangsa ini,” ungkap Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi–Ma’ruf, Tb Ace Hasan Syadzily, melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (13/1/2019).
Dia menuturkan, dalam visi misi Jokowi–Ma’ruf sudah tercakup agenda aksi perubahan yang konsisten, komprehensif, sistematis, dan tajam menyentuh episentrum perubahan dalam pemberantasan korupsi. “Ini kontras dengan Prabowo–Sandi yang bicara tentang pemberantasan korupsi tapi tidak memiliki rujukan dalam visi misinya yang diserahkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum),” klaim Ace.
Menurut dia, pemberantasan korupsi akan efektif jika kepala pemerintahan berintegritas, bukan bagian pemburu rente, dan berani melawan kekuatan oligarki ekonomi-politik. Dan Jokowi, kata Ace, memiliki rekam jejak sebagai pemimpin yang berintegritas. Pada 2010, saat menjadi wali kota Solo, Jokowi mendapatkan Bung Hatta Anti Corruption Award. Upaya pencegahan korupsi dilanjutkan saat menjadi Gubernur DKI Jakarta dengan e-budgeting.
Dalam upaya pemberantasan korupsi, aspek pencegahan yang sangat penting, bukan hanya aspek penindakan. Jokowi menawarkan agenda aksi yang konkret dan komprehensif. Jokowi telah meletakkan fondasi berupa Strategi Nasional (Stranas) Pencegahan Korupsi. Agenda berikutnya adalah melaksanakan stranas itu secara konsisten dengan fokus pada perizinan dan tata niaga, keuangan negara, serta penegakan hukum dan reformasi birokrasi di setiap kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Pak Jokowi akan terus meningkatkan kapasitas aparat pengawas intern pemerintah (APIP), Memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta meningkatkan sinergi dan kerja sama antarinstitusi penegak hukum dalam pemberantasan kejahatan korupsi,” ucap Ace.
Dalam empat tahun ini, kata dia, Jokowi telah menggiatkan transaksi nontunai sebagai upaya pencegahan penggunaan uang tunai dalam tindak pidana korupsi dan pencucian uang (TPPU). “Pembayaran jalan tol sampai dengan bantuan pangan nontunai adalah inovasi transaksi nontunai di era Pak Jokowi. Pak Jokowi akan terus mempertegas penindakan kejahatan perbankan dan pencucian uang. Sehingga akan ada efek jera karena terjadi proses pemiskinan para koruptor,” ujarnya.
Politikus Partai Golkar itu berpendapat, kunci dari pemberantasan korupsi adalah integritas dan rekam jejak. Jokowi, menurut dia, tidak punya beban konflik kepentingan terkait dengan bisnis keluarga. “Anak-anaknya justru jualan martabak dan pisang goreng. Sebaliknya, sulit membayangkan akan tidak ada konflik kepentingan terkait bisnis keluarga Prabowo dan juga Sandi,” katanya.
Editor : Ahmad Islamy Jamil
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2M81AxF
No comments:
Post a Comment