Pages

Tuesday, January 1, 2019

Tarif Angkutan Udara hingga Harga Telur Ayam Picu Inflasi Desember

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi pada Desember 2018 sebesar 0,62 persen. Kenaikan harga sejumlah komoditas makanan dan tarif angkutan udara dinilai menjadi kontributor utama penyebab inflasi.

"Secara umum inflasi Desember 0,62 persen ini dipengaruhi kenaikan tarif angkutan udara, harga telur ayam ras dan daging ayam ras. Itu tiga komponen utama," ujar Kepala BPS Suhariyanto, di Jakarta, Rabu (2/1/2018).

Pria yang akrab disapa Kecuk itu menjelaskan, dalam kelompok bahan makanan, harga telur ayam ras menyumbang inflasi tertinggi yakni 0,09 persen, lalu daging ayam ras 0,07 persen, bawang merah sebesar 0,05 persen, serta beras sebesar 0,03 persen.

"Dari awal Desember harga telur ayam ras meningkat, harga daging ayam ras juga karena memang kebutuhan untuk persiapan Natal dan Tahun Baru 2019 meningkat," ujar Suhariyanto.

Adapun komoditas bahan makanan yang dominan menekan inflasi atau mengalami deflasi adalah cabai merah, dengan deflasi 0,03 persen dan bawang putih sebesar 0,01 persen.

Lalu, setelah bahan makanan, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan, menjadi kelompok terbesar kedua yang mengalami inflasi, dengan angka 1,28 persen, dan memberikan andil 0,24 persen.

"Jadi memang kalau bulan Ramadan, Lebaran, dan akhir tahun selalu terjadi kenaikan tarif angkutan udara. Terutama di daerah-daerah Indonesia bagian timur, tiketnya melambung," ujar Suhariyanto.

Ia menjabarkan kelompok transportasi yang mengalami inflasi tertinggi, yaitu tarif angkutan udara sebesar 0,19 persen, disusul kereta api sebesar 0,03 persen, dan angkutan antar-kota sebesar 0,01 persen.

Kemudian kelompok makanan jadi mengalami inflasi terbesar ketiga pada Desember 2018, sebesar 0,22 persen dengan andil 0,29 persen.

"Untuk kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau terjadi inflasi 0,28 persen dengan andil 0,04 persen. Komoditas yang memberi andil inflasi yakni air kemasan terutama yang eceran dan rokok kretek yang masing-masing sebesar 0,01 persen," tutur Suhariyanto.

Dia juga menjelaskan, untuk tingkat komponen inflasi inti pada Desember sebesar 0,17 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender Januari-Desember 2018 dan inflasi komponen inti year on year, masing-masing sebesar 3,03 persen.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2BTN5bV

No comments:

Post a Comment