
JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada perdagangan, Rabu (2/1/2019) melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Greenback yang merosot terhadap mayoritas mata uang belum dimanfaatkan mata uang Garuda untuk bergerak positif.
Data Bloomberg pukul 10.12 WIB menunjukkan, rupiah melemah 100 poin atau 0,69 persen menjadi Rp14.490 per dolar AS dari posisi terakhir tahun lalu Rp14.390 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah Rp14.439-14.490 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.446 per dolar AS.
Yahoo Finance mencatat, rupiah menguat 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.476 per dolar AS dari sesi terakhir tahun lalu Rp14.479 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.375 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.375-14.480 per dolar AS.
Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 16 poin menjadi Rp14.465 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.481 per dolar AS.
Sebagai informasi, kurs dolar AS melemah tipis terhadap mayoritas mata uang pada perdagangan awal tahun 2019. Tekanan tersebut berasal dari kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekononomi hingga sikap lebih dovish bank sentral AS.
Mengutip Reuters, Rabu (2/1/2019), pelaku pasar telah merespons positif kesepakatan AS-China yang ingin kembali menegosiasikan kebijakan perdagangannya. Meski belum mencapai kesepakatan, namun jika perang dagang bisa dihentikan, maka bisa memberi stimulus positif ke perekonomian global.
“Masih sulit untuk menjadi positif mengingat semua masih tidak pasti. Mudah-mudahan, akan ada kemajuan dalam pembicaraan perdagangan tetapi pasar berhati-hati dan itu menguntungkan safe-havens seperti yen,” kata Sim Moh Siong, ahli strategi mata uang di Bank Singapura.
Kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga empat kali sepanjang tahun 2018 memang mengerek kinerja dolar AS. Namun, greenback masih berada di bawah tekanan dalam beberapa minggu terakhir karena investor semakin khawatir tentang perlambatan ekonomi AS dan puncak pertumbuhan pendapatan perusahaan.
Pada hari Rabu, indeks dolar sedikit lebih rendah dari penutupan Senin menjadi 96,08. Safe-haven yen naik 0,1 persen terhadap dolar menjadi 109,60 yen di awal perdagangan Asia. Yen telah menguat selama tiga minggu berturut-turut karena beragam risiko yang mengguncang pasar keuangan. Pada bulan Desember, greenback melemah sekitar 3,8 persen versus yen.
Sementara itu Euro bergerak datar di 1,1464 dolar AS. Pedagang mengharapkan mata uang tunggal itu tetap di bawah tekanan karena pertumbuhan dan inflasi di zona euro tetap di bawah ekspektasi Bank Sentral Eropa. Euro telah merosot 4,4 persen dari nilainya terhadap dolar AS pada 2018.
Sterling sedikit merosot di 1,2750 dolar AS. Pound Inggris melemah 5,5 persen terhadap greenback tahun lalu karena Brexit. Adapun Dolar Australia turun 0,18 persen menjadi 0,7046 dolar AS pada awal perdagangan Asia.
Editor : Ranto Rajagukguk
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2Sw0CO5
No comments:
Post a Comment