
LONDON, iNews.id - Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris akan ambil bagian dalam salah satu latihan perang terbesar selama 12 pekan di Norwegia. Tujuan dari latihan sebagai persiapan untuk melawan invasi Rusia.
Keterlibatan putra mendiang Lady Diana dalam latihan perang itu diungkap sumber-sumber militer dan Kerajaan Inggris.
Pangeran Harry atau Duke of Sussex yang berusia 34 tahun itu sejatinya meninggalkan Angkatan Bersenjata pada Juni 2015. Namun, menurut laporan media tersebut, dia akan bergabung dengan sekitar 1.000 personel Korps Marinir di Norwegia untuk melindungi sayap utara Eropa jika terjadi serangan militer oleh Rusia.
“Pangeran Harry akan benar-benar larut dalam latihan, dan dia akan mengetahui rahasia rencana pertempuran yang sangat rahasia," kata sumber militer senior Inggris, seperti dilaporkan The Mirror.
"Ini akan menjadi latihan tempo tinggi, sangat realistis, dan keterlibatannya adalah berita baik bagi Marinir, yang akan melihat keterlibatannya sebagai pesan dorongan yang sangat positif kepada Korps," ujarnya.
Mereka adalah kekuatan utama yang akan melindungi sayap utara Eropa jika terjadi konflik, ujung tombak, dan yang penting Harry ada di antara pasukan," lanjut sumber tersebut.
Pangeran Harry sendiri dilaporkan sudah memberi tahu orang-orang kepercayaannya bahwa dia senang bisa kembali ke militer Inggris.
"Duke sedang menikmati perannya dengan Marinir Kerajaan dan menganggapnya sangat serius. Kakeknya, Pangeran Philip, melaksanakan tugasnya dengan Marinir dengan sangat istimewa, yang sangat dikagumi Harry. Sepanjang karier militernya, Harry selalu memiliki rasa hormat dan kekaguman terbesar bagi Marinir dan dia selalu terpesona oleh keberanian mereka," kata orang dalam Kerajaan Inggris.
Marinir Kerajaan Inggris berangkat ke Norwegia pada Hari Tahun Baru dari markas mereka di Bickleigh Barracks di Devon. Menurut laporan media lokal, sebanyak 8.000 tentara akan terlibat dalam latihan perang itu, termasuk tentara dari negara Eropa lainnya dan Amerika Serikat (AS).
Pada akhir September, Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson mengumumkan Inggris berupaya meningkatkan kehadiran militernya di Kutub Utara pada 2019 di tengah kekhawatiran tentang apa yang dia sebut sebagai "agresi" Rusia.
Kepada The Sunday Telegraph, dia mengatakan personel militer akan dikerahkan ke Norwegia setiap musim dingin untuk dekade berikutnya bersama Marinir AS dan Belanda, serta pasukan Norwegia.
Ketegangan meningkat sejak Inggris menuduh Rusia melakukan serangan dengan zat beracun terhadap mantan agen ganda Rusia; Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Salisbury Maret lalu.
Rusia secara konsisten membantah tuduhan itu dan menuntut bukti dari Inggris.
Pada awal Oktober, pemerintah Inggris juga menuduh bahwa GRU berada di belakang serangkaian serangan siber terhadap institusi politik, outlet media, dan infrastruktur di seluruh dunia, termasuk Inggris. Rusia menolak tuduhan itu sebagai kampanye disinformasi mentah.
Rusia menekankan Inggris gagal untuk menguatkan klaimnya.
Editor : Nathania Riris Michico
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2Fah2IK
No comments:
Post a Comment