
JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator membuka perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan optimisme. Meskipun pada akhir 2018 ditutup lebih rendah dari 2017, namun pelemahan IHSG tidak separah pasar modal negara lainnya.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, pada tahun ini OJK memiliki sejumlah catatan yang akan dilakukan. Salah satunya, baik OJK maupun BEI akan bersinergi dengan pemangku kepentingan lain untuk meningkatkan jumlah emiten.
"Emiten kalau ada kendala datang ke kitalah. Tapi bukan hanya emiten yang gajah-gajah, (perusahaan) medium scale itu bisa supaya lebih banyak lagi," ujarnya ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (2/1/2018).
Seperti diketahui, pada akhir 2018, BEI berhasil memfasilitasi 57 emiten baru untuk go public di pasar modal Indonesia. Angka tersebut merupakan capaian paling besar setelah BEI diprivatisasi pada 1992.
Kemudian, OJK juga berkomitmen untuk memperluas instrumen pembiayaan yang bisa diterbitkan di pasar modal Indonesia. Terutama instrumen yang cocok untuk emiten maupun investor berskala medium.
Selain itu, dia mengimbau pelaku industri perbankan untuk tak khawatir terhadap raising fund di pasar modal. Pasalnya, perbankan berfungsi sebagai penampungan akhir dana-dana yang ada sehingga semakin dalam pendanaan di pasar modal maka akan semakin cepat dana tersebut kembali ke perbankan.
"Perbankan jangan terlalu khawatir, pasti akan kembali ke perbankanlah cuma masalahnya kapannya. Kalau dirasa ada down side risk, mari diskusi bersama bagaiamana mitigasinya harus dilakukan. Bersama KSSK kami akan melihat dan diskusi bersama," ucapnya.
Catatan terakhir, OJK dan BEI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan Gubernur Bank Indonesia (BI) mengenai risiko-risiko ekonomi yang berpotensi terjadi. Hal ini untuk menjaga stabilitas sektor keuangan Indonesia.
"Kami senantiasa bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI menjaga stabilitas sektor keuangan di Indonesia," kata dia.
Editor : Ranto Rajagukguk
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2Ss6981
No comments:
Post a Comment