Pages

Tuesday, January 1, 2019

Mengawali Tahun, Harga Minyak AS Naik 1 Persen

SINGAPURA, iNews.id - Harga minyak mentah mengawali perdagangan awal tahun berada di wilayah positif. Namun, pasar masih dibayangi meningkatnya pasokan minyak Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran perlambatan ekonomi.

Mengutip Reuters, Rabu (2/1/2019), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di 45,86 dolar AS per barel, naik 45 sen, atau 1 persen, dari penutupan akhir mereka pada 2018.

Minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan internasional belum diperdagangkan.

Harga minyak sepanjang tahun 2018 berada di jalur koreksi setelah menghadapi periode kuartal IV yang volatil. Investor mengalihkan ke aset yang lebih minim risiko menyusul meningkatnya isu berlebihnya pasokan minyak dan penerapan sanksi AS terhadap Iran.

"Harga minyak mencatat penurunan tahunan pertama mereka dalam tiga tahun di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan kekhawatiran melimpahnya pasokan yang berkelanjutan," kata Adeel Minhas, seorang konsultan di Rivkin Securities Australia.

Untuk tahun ini, minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) AS merosot hampir 25 persen, sementara Brent anjlok hampir 20 persen.

Prospek untuk 2019 penuh dengan ketidakpastian, kata para analis, termasuk kekhawatiran perdagangan AS dan China dan Brexit, serta ketidakstabilan politik dan konflik di Timur Tengah.

Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan harga minyak diperkirakan diperdagangkan di bawah 70 dolar AS per barel pada 2019 karena surplus produksi dari AS. Selain itu, prospek perlambatan ekonomi yang terjadi pada tahun ini melemahkan upaya yang dipimpin oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk memotong pasokan guna mengerek harga.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2AptYqn

No comments:

Post a Comment