Pages

Wednesday, January 2, 2019

Medco Energi Mau Beli Perusahaan Migas Asal Inggris

JAKARTA, iNews.id - PT Medco Energi Internasional Tbk membenarkan kabar adanya rencana perseroan membeli Ophir Energy Plc, perusahaan eksplorasi dan produksi hulu minyak dan gas bumi asal Inggris. Kendati demikian, belum diketahui berapa nilai transaksi tersebut.

Direktur Medco Energi, Anthony R. Marthias mengatakan, perseroan melalui anak usahanya, Medco Energi Global Pte. Ltd. tengah bernegosiasi dengan Ophir untuk mewujudkan kemungkinan akuisisi tersebut. Dia menyebut, peluang membeli Ophir akan dilakukan secara tunai atas seluruh saham yang telah dan akan diterbitkan Ophir.

"Belum terdapat nilai tawaran yang diajukan, jumlah dana yang disediakan, jumlah efek yang akan dibeli, dan belum dapat diketahui hubungan antar pihak-pihak yang bertransaksi," kata Anthony melalui keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (2/1/2019).

Didirikan oleh Arifin Panigoro, Medco merupakan salah satu perusahaan energi terbesar di Asia Tenggara. Nilai kapitalisasi pasar Medco di Bursa Efek Indonesia saat ini sekitar 900 juta dolar AS.

Dalam beberapa tahun terakhir, Medco cukup aktif melakukan aksi korporasi. Salah satu aksinya yang besar terjadi saat mengakuisisi unit bisnis Newmont Mining Corp di Indonesia senilai 2,6 miliar dolar AS.

"Ini merupakan langkah yang besar bagi Medco, dan jika sukses ini bisa membuat mereka menjadi pemain kuat di Asia Tenggara untuk sektor hulu," kata Direktur Riset Wood Mackenzie, Angus Rodger, dilansir Reuters.

Rodger menyebut, produksi minyak Ophir saat ini sekitar 25 ribu per hari. Akuisisi ini dinilainya dilakukan untuk memenuhi target Medco untuk menggenjot produksi minyak hingga 85 ribu per hari.

Sesuai aturan Inggris, Medco Energi diberikan waktu hingga 28 Januari untuk memutuskan pembelian perusahaan yang terdaftar di London Stock Exchange itu.

Editor : Rahmat Fiansyah

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2QfHxO4

No comments:

Post a Comment