Pages

Sunday, January 13, 2019

Masyarakat Diminta Tak Menilai Politis Tim Gabungan Kasus Novel

JAKARTA, iNews.id - Masyarakat diminta tidak menilai politis pembentukan tim gabungan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Tim gabungan yang dibentuk Polri tersebut harus dinilai positif.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres dan Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko meminta pembentukan tim itu jangan dikaitkan dengan pilpres. Meskipun, pembentukannya menjelang pelaksanaan Pilpres 2019.

"Saya pikir harus dihargai dong jangan terus kepolitik  jangan buru-buru ke sana," ujar Moeldoko di D'cost VIP, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019).

Menurutnya, kasus Novel Baswedan bukan pelanggaran HAM. Namun, kata dia pelaku yang membuat cacat mata Novel Baswedan perlu diungkap. "Ini hanya peristiwa kriminal. Jadi tolong ini masyarakat menjustifikasi yang tepat," ucapnya.

BACA JUGA:

Pakar: Satgas Kasus Novel Telat, tapi Mending daripada Tidak

Moeldoko Sebut Kasus Novel Baswedan Kriminal Murni

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian pada 8 Januari 2018 membentuk tim gabungan berisi 65 orang untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap KPK Novel Baswedan. Tim dipimpin Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis.

Pembentukan tim gabungan tertuang dalam Surat Tugas Kapolri Nomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019. Tim gabungan ini untuk menindaklanjuti rekomendasi tim pemantauan proses hukum terhadap Novel yang dibentuk Komnas HAM sekaligus melaksanakan tugas kepolisian di bidang penyelidikan dan penyidikan.

Editor : Kurnia Illahi

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2Ftjz00

No comments:

Post a Comment