Pages

Tuesday, January 1, 2019

Kerek Kinerja Pasar Modal, Menko Darmin: Optimisme Saja Tidak Cukup

JAKARTA, iNews.id - Pasar modal Indonesia memang mencatat kinerja yang cukup memuaskan pada tahun lalu. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) capaiannya masih lebih rendah dari tahun sebelumnya, namun indeks tidak terkoreksi sedalam pasar modal negara-negara lainnya di tengah ketidakpastian global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, ketahanan ekonomi terhadap gejolak global menjadi optimisme bagi pasar modal Indonesia pada 2019. Namun, menurut dia, optimism saja tidak akan cukup untuk menghadapi tantangan tahun ini.

"Dengan apa yg dialami oleh pasar modal kita. Itu modal yang cukup baik untuk kita bisa optimis. Kalau sekadar optimis saja tidak elok juga. Optimis harus ada dasarnya yaitu kita lalui 2018 dengan baik," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Oleh karenanya, dia berharap otoritas dan pelaku pasar modal akan terus berinovasi dan kreatif dalam menyediakan produk-produk investasi yang beragam dan sesuai dengan kebutuhan investor dan masyarakat.

"Tahun 2019 ini harus kita awali dengan penuh semangat dan optimisme untuk menghadapi semua tantangan yang ada dan mewujudkan pasar modal yang berkualitas dan kompetitif," ucapnya.

Pasalnya, pasar modal tidak hanya berfungsi sebagai sarana investasi bagi domestik maupun asing tapi juga salah satu sumber pendanaan jangka panjang yang terjangkau bagi para pelaku ekonomi. Dengan pasar modal yang kuat maka pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan dapat lebih mudah dicapai.

"Satu hal penting yang perlu menjadi perhatian kita di pasar modal adalah pentingnya menjaga integritas. Apalagi di tengah gejolak ekonomi seperti ini, kasus akan makin banyak, dispute makin banyak, di situlah integritas pasar modal kita diuji," tuturnya.

Pilar pertama dari integritas yang dimaksud adalah good governance di masing-masing pemangku kepentingan. Kemudian, pilar integritas kedua dan ketiga masing-masing ada di auditor dan regulator selaku penjaga kebijakan.

"Dengan demikian, pasar modal bukan lagi sekadar menjadi pelengkap pembiayaan, melainkan benar-benar menjadi salah satu pilihan utama dalam membiayai usaha, di samping pembiayaan perbankan," kata dia.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2CLGiTr

No comments:

Post a Comment