
MELBOURNE, iNews.id - Pembalap tim Formula One (F1) Renault Daniel Ricciardo mengaku sempat putus asa dengan mobil yang dikendarainya saat masih membela Red Bull Racing di musim 2018. Bahkan, dia sudah tak ambil pusing jika mantan rekan satu timnya Max Verstappen mampu tampil lebih baik.
Nasib sial memang kerap menghampiri Ricciardo selama 2018, dengan delapan kali gagal menyelesaikan balapan. Keadaan itu membuat pembalap berusia 29 tahun tersebut frustasi dan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Red Bull di akhir musim.
“Rasanya saya mencapai titik tak peduli mengenai statistik sejak pertengahan tahun. Siapa yang peduli jika kalah dari Verstappen di kualifikasi atau mendapat poin lebih sedikit,” kata Ricciardo kepada Motorsport.
Mantan pembalap Hispania Racing Team itu pun menjalani sisa musim 2018 tanpa harapan yang tinggi. Namun, dia merasa bisa mengalahkan Verstappen bersama Renault pada 2019.
“Saya memiliki hal lain yang harus dipertimbangkan. Saya tidak perlu memenuhi diri sendiri dengan harapan. Saya sudah melakukan yang terbaik, dan bisa mencoba untuk mengalahkannya lagi jika tahun ini gagal,” ujarnya.
Sebenarnya Ricciardo mampu meraih hasil cukup baik di awal musim, dengan memenangkan dua dari enam balapan pertama. Tetapi, dia tidak beruntung di empat balapan lainnya, sehingga harapan untuk bisa tampil baik pun menipis.
“Jika saya memikirkannya, ada empat kesempatan untuk menang, tetapi selalu saja ada masalah. Enam balapan pertama tahun ini menentukan hasil akhir musim,” tutur pembalap asal Australia itu.
Editor : Haryo Jati Waseso
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2EQdJq4
No comments:
Post a Comment