
DHAKA, iNews.id - Pemilihan umum (pemilu) Bangladesh, Minggu (30/12/2018), berlangsung panas. Kerusuhan terjadi saat pemungutan suara menewaskan dua orang.
Satu orang dari kubu oposisi tewas ditembak polisi karena menyerang tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Bashkhali.
"Satu orang tewas akibat luka tembakan peluru. Kami menembak untuk melindungi diri," kata pejabat kepolisian Bashkhali, Mohammad Kamal Hossain, dikutip dari AFP.
Sementara satu korban lagi merupakan aktivis partai penguasa pemerintah, Partai Liga Awami. Dia dikeroyok oleh para pendukung oposisi di Distrik Rangamati.
"Korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit," kata kepala kepolisian Rangamati, Najibul Islam.
Dua korban ini menambah daftar orang yang tewas dalam kekerasan pemilihan perdana menteri Bangladesh menjadi enam orang.
Kampanye selama beberapa pekan dibayangi pertikaian antara pendukung Liga Awami dan aktivis kubu oposisi utama Partai Nasionalis Bangladesh (BNP).
BNP mengklaim delapan aktivisnya tewas sejak pemilihan parlemen yang diumumkan pada 8 November lalu. Ini merupakan pemilihan ke-11 sejak kemerdekaan Bangladesh pada 1971. Sheikh Hasina diperkirakan memenangkan kembali pemilihan untuk menduduki jabatan PM keempat kalinya.
Editor : Anton Suhartono
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2QaSNLr
No comments:
Post a Comment