Pages

Saturday, December 29, 2018

72 Tahun Pisah karena Hukuman Penjara, Pasangan Ini Bertemu Lagi

NEW DELHI, iNews.id - Pria berusia 93 tahun di India, EK Narayanan Nambiar, tak bisa membendung air mata saat bertemu dengan istri pertamanya setelah terpisah sejak 72 tahun lalu.

Narayanan dan sang istri, Sarada (89), hanya terdiam dan menangis saat pertama kali bertemu, Jumat (28/12/2018).

Dia harus meringkuk di bui karena terlibat dalam pemberontakan kaum petani di Desa Kavumbayi, Negara Bagian Kerala, pada 1946. Hukuman itu yang membuat mereka terpisah.

Sarada menegaskan tak menyimpan dendam dengan siapa pun meski harus terpisah dengan suamianya selama 7 dekade lebih.

"Saya tidak marah kepada siapa pun," ujarnya, dikutip dari Khaleej Times, Sabtu (29/12/2018).

Sarada berusia 13 tahun dan Narayanan 17 tahun saat menikah. Namun 10 bulan sejak pernikahan, Narayanan bergabung bersama ayahnya, Thaliyan Raman Nambiar, dalam kelompok bawah tanah yang memperjuangkan hak-hak kepemilikan tanah. Dua bulan kemudian, Narayanan dan Thaliyan ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

"Rumah mereka digeledah dan dibakar," kata keponakan Narayanan, Madhu Kumar, kepada Press of Trust India.

Sejak itu Sarada kembali ke rumah orangtuanya.

Narayanan sebenarnya hanya dijatuhi hukuman penjara 8 tahun. Penanahan berlangsung di tiga penjara yakni Kannur, Viyyur, dan Salem.

Pada 11 Februari 1950, ayah Narayanan ditembak mati di penjara Salem. Petugas harus menembakkan 22 peluru ke tubuh Thaliyan sampai dia ambruk. Bahkan ada tiga peluru yang tak bisa diambil dari tubuh Thaliyan.

Beberapa tahun kemudian, Sarada dinikahkan dengan orang lain. Demikian halnya dengan Narayanan, setelah bebas pada 1957, dia menikahi perempuan lain.

Bertahun-tahun kemudian, putra Sarada yang merupakan petani organik, Bhargavan, bertemu dengan kerabat Narayanan, tanpa sengaja. Ketika berbincang, keduanya sadar bahwa keluarga mereka sebenarnya terhubung ikatan.

Mereka kemudian memutuskan untuk mempertemukan kembali pasangan yang telah lama pisah itu.

Pertemuan pun diatur, Narayanan, berstatus duda, menemui Sarada, yang menyandang status janda sejak 30 tahun lalu, di rumah Bhargavan di Parasinikadavu.

Pada awalnya, kata Bhargavan, ibunya menolak berbicara dengan Narayanan. Tapi setelah dibujuk dia akhirnya mau.

"Mereka emosional," kata Bhargavan.

Sarada memiliki enam anak dari hasil pernikahan dengan pria lain, namun kini hanya empat yang masih hidup.

Keluarga ingin menyatukan kembali Narayanan dan Sarada dalam satu rumah tangga.

Editor : Anton Suhartono

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2GJz7z3

No comments:

Post a Comment