Pages

Saturday, December 29, 2018

2 Bocah Imigran Meninggal, Trump Salahkan Demokrat

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyalahkan Demokrat terkait meninggalnya dua bocah imigran asal Guatemala di tahanan perbatasan Meksiko.

Dia menilai, hal ini tak akan terjadi jika kebijakan ketat soal penanganan imigran ilegal tak dihalangi. Kebijakan Demokrat, kata dia, justru memberi harapan kepada para imigran dari Amerika Tengah dan Latin untuk melakukan perjalanan jauh, meskipun statusnya ilegal.

"Setiap anak dan orang lain yang meninggal di perbatasan jelas-jelas karena kesalahan Demokrat dan kebijakan imigrasi mereka yang menyedihkan. Mereka (imigran) melakukan perjalanan jauh karena berpikir bisa masuk negara kita secara ilegal. Mereka tak bisa. Jika kita punya tembok, mereka bahkan tak akan mencoba!" kata Trump, calam cuitannya, Sabtu (29/12/2018).

Penolakan anggaran ini memicu penutupan sebagian pemerintahan AS sejak 22 Desember 2018. Trump bersumpah tak akan membuka perbatasan sampai anggaran 5 miliar dolar disetujui.

Sehari sebelum melontarkan cuitan ini, Trump mengatakan masih menunggu perwakilan Demokrat datang ke Gedung Putih untuk membahas pendanaan dinding perbatasan.

"Saya di Gedung Putih menunggu Demokrat datang dan membuat kesepakatan tentang Keamanan Perbatasan," cuit Trump.

Namun hingga kemarin, tak ada tanda-tanda anggota Kongres yang mau mengikuti keinginan Trump, di samping sebagian besar dari mereka sedang berlibur.

Sementara itu seorang perwakilan Demokrat dari Pennsylvania, Dwight Evans, mengomentari cuitan terbaru presiden dengan mengatakan, "Trump mencapai posisi terendah dengan cuitannya tersebut. Pemerintahannya merupakan penyebab rasa sakit dan penderitaan yang terjadi di perbatasan. Tidak ada yang akan bisa mengubah kebenaran ini."

Anggota Demokrat lainnya mengomentari bahwa kebijakan imigrasi AS telah berlaku selama bertahun-tahun lalu dan tidak ada anak-anak imigran yang meninggal.

Dua bocah asal Guatelama, Felipe Gomez (8) meninggal akibat demam di tahanan AS pada pekan lalu setelah melakukan perjalanan jauh dengan ayahnya, Agustin Gomez, dari Guatemala. Pada awal Desember, gadis bernama Jakelin Caal (7), juga meninggal di tahanan AS dengan penyebab sama, yakni didahului demam. Jenazahnya dipulangkan dan dimakamkan di kota asal di Guatemala.

Editor : Anton Suhartono

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2AmysxT

No comments:

Post a Comment