Pages

Saturday, November 10, 2018

Puluhan Pemimpin Dunia Peringati 100 Tahun Berakhirnya Perang Dunia I

PARIS, iNews.id - Peringatan 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I digelar di Paris, Prancis, Minggu (11/11/2018). Acara ini dihadiri sekitar 70 pemimpin dunia, di antaranya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Peringatan pada hari ini menandai 100 tahun gencatan senjata Perang Dunia I atau berlangsung pada 1918.

Peringatan di Paris akan dipusatkan di Makam Tentara Tak Dikenal di dalam Arc de Triomphe.

"Hari ini bukan hanya tentang peringatan, tetapi juga tentang ajakan bertindak," kata Kanselir Jerman, Angela Merkel, Sabtu waktu setempat, setelah mengunjungi hutan di timur Prancis, tempat kesepakatan gencatan senjata diteken, dikutip dari AFP.

Merkel juga akan memberikan pidato pembukaan bersama Sekjen PBB Antonio Guterres dalam pertemuan Forum Perdamaian Paris. Acara akan berlangsung setelah upacara peringatan di Champs-Elysees pada Minggu pagi. Namun, Trump tak akan hadir dalam forum itu.

Diprakarsai oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, forum ini dibuat untuk mengajak lembaga-lembaga internasional agar memperhatikan pentingnya membantu penyelesaian konflik, mencegah perang, dan menciptakan kesejahteraan.

"Kami ingin membuat peringatan ini sebagai saat untuk merefleksikan masa kini, bukan hanya masa lalu, sehingga peringatan ini akan memiliki arti bagi kita," kata ajudan Macron.

Macron juga akan menyampaikan pidato singkat saat upacara pada Minggu.

"Forum itu merupakan bagian dari perlawanan terhadap nasionalisme di seluruh dunia," kata ketua pelaksana acara, Justin Vaisse.

"Tujuan dari forum ini adalah untuk menunjukkan bahwa ada banyak kekuatan dalam sistem internasional, negara, LSM, yayasan, intelektual, perusahaan, yang percaya bahwa dunia membutuhkan aturan, dunia terbuka, dan dunia multilateral," kata Vaisee lagi, menyinggung Trump yang tak hadir di forum perdamaian.

Donald Trump, yang tiba pada Jumat lalu, mengkritik Presiden Macron dan menyebutnya telah menghina. Dia tersinggung dengan pernyataan Macron dalam wawancara baru-baru. Macron berbicara tentang perlunya dibentuk pasukan Eropa serta memasukkan AS bersama Rusia dan China sebagai negara-negara yang mengancam keamanan nasional.

Sementara itu, pemain cello keturunan China-Amerika kelahiran Prancis, Yo-yo Ma, akan tampil menghibur bersama penyanyi Afrika Barat Angelique Kidjo dan kelompok orkestra muda Eropa yang dipimpin konduktor asal Rusia.

Sekitar 10.000 polisi dikerahkan untuk menjaga keamanan di kota yang telah berulang kali menjadi target serangan teror itu.

Di tempat terpisah, peringatan juga diadakan di Inggris yang akan dihadiri Perdana Menteri Theresa May dan Ratu Elizabeth II. Demikian pula di Selandia Baru dan Australia.

Editor : Anton Suhartono

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2PRmchM

No comments:

Post a Comment