
PARIS, iNews.id - Lampu-lampu di Menara Eiffel di Paris, Prancis, dipadamkan pada Kamis (1/11/2018) malam waktu setempat. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari demonstrasi untuk melindungi kebebasan pers setelah merebaknya kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
Selain menghormati Khashoggi, unjuk rasa itu sekaligus untuk menandai Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan terhadap Jurnalis, yang berlangsung pada 2 November.
Kelompok Reporters Without Borders mengorganisir aksi protes di Paris dan menyoroti kasus-kasus pembunuhan jurnalis di seluruh dunia. Mereka berkumpul sambil membawa poster-poster yang memuat foto-foto para wartawan yang terbunuh di Paris, termasuk Khashoggi, yang tewas bulan lalu di konsulat negaranya di Istanbul, Turki.
RSF menyatakan, sebanyak 77 anggota media, termasuk 62 wartawan, tewas pada tahu ini, dengan 337 lainnya dipenjara.
Baca juga: Pembunuhan Khashoggi: Kartu Apa yang Dimainkan Turki Terhadap Saudi?
Sudah sebulan berlalu sejak penulis Saudi, Jamal Khashoggi, dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul. Dia masuk ke konsulat pada 2 Oktober lalu dan tewas dibunuh.
Sekretaris Jenderal Reporters Without Borders, Christophe Deloire, menuntut kebenaran terkait apa yang terjadi pada kolumnis The Washington Post tersebut.
Baca juga: Sebut 18 Pelaku, Erdogan: Siapa yang Beri Perintah Membunuh Khashoggi?
Tak hanya itu, mantan rekan Khashoggi, Fabiola Badawi, berharap kasus Kashoggi setidaknya bisa menjadi awal dari suatu tindakan untuk melindungi wartawan lainnya.
Kendati sudah sebulan berlalu, misteri pembunuhan Khashoggi di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, belum juga terungkap.
Baca juga: Sebulan Pascapembunuhan, Keberadaan Jasad Khashoggi Masih Misterius
Meskipun Saudi sudah memastikan Khashoggi dibunuh, namun keberadaan jasadnya hingga masih misterius.
Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober 2018 setelah masuk ke kantor konsulat untuk mengambil dokumen terkait rencana pernikahannya dengan perempuan Turki, Hatice Cengiz.
Namun sejak itu Khashoggi tak pernah muncul lagi. Pemerintah Saudi kemudian mengakui Khashoggi dibunuh dalam pertikaian saat proses interogasi.
Baca juga: Akhirnya, Putra Mahkota Saudi Buka Suara soal Pembunuhan Khashoggi
Khashoggi merupakan kontributor The Washington Post yang meninggalkan tanah airnya sejak September 2017 dan menetap di Virginia, Amerika Serikat (AS). Sebagai pengkritik kebijakan Putra Mahkota Muhammed bin Salman, kebaradaannya di Saudi sudah tak aman lagi sehingga memutuskan hengkang.
Kementerian Luar Negeri AS dan Turki mendorong agar Saudi terbuka untuk mengungkap keberadaan Khashoggi.
Editor : Nathania Riris Michico
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2PAtw1f
No comments:
Post a Comment