Pages

Wednesday, October 3, 2018

Rizal Ramli Tantang Pemerintah Naikkan Pajak Impor 10 Komoditas Besar

JAKARTA, iNews.id - Langkah pemerintah menaikkan pajak impor untuk 1.147 komoditas dinilai tidak efektif untuk menyelesaikan defisit neraca perdagangan.

Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, ribuan komoditas yang disasar pemerintah tidak terlalu signifikan porsinya terhadap total impor nasional. Dia memperkirakan, kebijakan tersebut hanya akan mengurangi impor sebesar 500 juta dolar AS saja.

"Itu (komoditas) ecek-ecek semua, yang kena ibu-ibu, karena lipstik, bedak, baju, tasbih, dan lainnya yang tidak penting-penting amat, total impor seluruh barang ini hanya 5 miliar dolar AS lebih," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

BACA JUGA:

Bantu Pemerintah, Adaro Tukar Dolar AS ke Rupiah Rp25,5 Triliun

Kurs Rupiah Tembus Rp15.000, Rizal Ramli: Maaf, Ini Baru Permulaan

Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman menilai, pemerintah seharusnya menyasar sepuluh komoditas impor terbesar karena menyumbang 68 persen dari total impor nasional.

"Menteri-menterinya tidak berani fokus pada impor yang besar-besar. Kalau mau kurangi impor dengan cepat kita harus perbaiki neraca current account maka kita mesti fokus pada sepuluh paling besar," ucapnya.

Menurut pria kelahiran Padang itu, salah satu komoditas impor yang bisa dinaikkan pajaknya adalah produk baja yang mencapai 10 miliar dolar AS. Dia menyebut, baja impor saat ini membanjiri RI karena China kelebihan produksi baja.

"Harusnya itu yang dikenakan tarif antidumping dong. Kalau itu dilakukan pajak antidumping 25 persen maka impor baja bakal turun 5 miliar dolar AS," kata dia.

Dalam situasi seperti ini, Rizal menilai pemerintah harus berani dan antisipatif dalam mengambil kebijakan. Dia mencontohkan, Bank Indonesia yang inovatif dalam mengeluarkan kebijakan untuk melindungi rupiah dari serangan dolar AS dengan mengedepankan prinsip ahead the curve dalam mengambil keputusan.

"Kita harus mengambil langkah yang berani. Kami minta jangan korbankan rakyat kita dengan telmi (telat mikir), jangan korbankan langkah kita dengan hanya berani menghadapi yang kecil-kecil, hadapi yang besar," tuturnya. 

Editor : Rahmat Fiansyah

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2xUfGwF

No comments:

Post a Comment