
JENEWA, iNews.id - Kantor kemanusiaan PBB di Jenewas, Swiss, mengingatkan ratusan ribu korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) membutuhkan bantuan segera.
Hampir 200.000 korban selamat membutuhkan bantuan, mulai dari makan hingga tempat berlindung. Setiap hari mereka berhadapan dengan aus dan lapar lantaran keterbatasan pasokan makanan dan air bersih.
Belum lagi banyak korban luka yang membutuhkan penanganan medis. Rumah sakit yang ada tak mampu lagi menampung korban karena banyaknya warga yang luka.
"Perasaan dari semua tim yang bekerja di sana menunjukkan frustrasi. Masih ada area luas yang mengalami dampak terburuk, belum bisa dijangkau dengan baik. Tetapi tim terus berusaha, mereka melakukan sebisa mungkin," kata Jens Laerke, dari kantor kemanusiaan PBB, dikutip dari AFP, Rabu (3/10/2018).
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, hingga Selasa (2/10/2018) malam, jumlah korban meninggal mencapai 1.374 orang dan 113 masih dilaporkan hilang.
Dia menambahkan masih ada korban yang terjebak di bawah reruntuhan rumah belum bisa dievakuasi.
"Kami belum tahu jumlah pastinya. Prioritas kami saat ini masih mencari dan menyelamatkan korban," katanya.
Lembaga-lembaga internasional langsung terjun ke lokasi bencana begitu Pemerintah Indonesia membuka pintu bagi pihak asing yang ingin membantu para korban.
Pada Selasa malam, Central Emergency Response Fund PBB menyiapkan bantuan senilai 15 juta dolar AS atau sekitar Rp223 miliar.
"Pemerintah Indonesia berpengalaman dan sangat siap dalam menangani bencana alam, tetapi kadang-kadang, seperti semua negara lain, bantuan dari luar juga diperlukan," kata Koordinator Bantuan Darurat PBB, Mark Lowcock, dalam pernyataannya.
Negara tetangga juga mengirim bantuan, seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. Tak hanya dana, mereka mengerahkan relawan untuk membantu korban di lokasi.
Angkatan Udara Singapura menyiapkan dua pesawat C-130 untuk mengevakuasi warga Palu dan sekitarnya yang ingin meninggalkan Sulteng.
Hari ini Australia mengumumkan mengirim tim medis ke lokasi bencana serta memberikan bantuan senilai 5 juta dolar AS.
Editor : Anton Suhartono
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2IyoAUG
No comments:
Post a Comment