Pages

Monday, October 29, 2018

Kurs Rupiah Stabil Melemah di Rp15.222 per Dolar AS

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Senin (29/10/2018) stabil melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda bertahan di level psikologis Rp14.200 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah melemah 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp15.222 per dolar AS dari sesi terakhir kemarin Rp15.216 per dolar AS. Laju harian rupiah tercatat Rp15.212-15.230 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp15.213 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp15.220 per dolar AS dari posisi terakhir kemarin Rp15.215 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp15.215 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp15.200-15.227 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 11 poin menjadi Rp15.218 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.207 per dolar AS.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada sebelumnya mengatakan, nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp15.222-15.210 per dolar AS. Pergerakan rupiah berpotensi melemah meskipun dolar AS tengah melemah

Dia mengatakan, pelemahan rupiah yang terjadi masih dalam pergerakan tren sideways-nya di mana belum berubah dari sebelumnya. Diperkirakan pergerakan tipis dari rupiah masih dimungkinkan di mana pelaku pasar cenderung menahan diri menyikapi berbagai sentimen yang ada.

"Diharapkan pelemahan tersebut dapat lebih terbatas seiring dengan pergerakan dolar AS yang sedang terlihat melemah dibandingkan sejumlah mata uang lainnya," kata Reza.

Di sisi lain, diharapkan sentimen dari dalam negeri masih dapat lebih positif untuk membuat rupiah mampu berbalik menguat. “Tetap cermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah,” ujarnya.

Pergerakan rupiah sebelumnya kembali mengalami pelemahan di mana sebelumnya sempat mampu bertahan dari terapresiasinya dolar AS. Kali ini pelemahan diikuti dengan pelemahan dolar AS yang data GDPnya belum cukup direspons positif. Namun, adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri, belum juga mampu mempertahankan laju rupiah di zona hijau karena dibebani dengan sentimen negatif lainnya.

Di antaranya sentimen positif, realisasi investasi di sektor energi terbarukan yang telah mencapai 804 juta dolar AS; adanya perkiraan Bank Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini dan perkiraan akan penurunan CAD, seperti yang telah disebutkan di atas; hingga adanya penjajakan kerjasama investasi dan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa.

Di sisi lain, sentimen dari laporan BI dimana kinerja industri pengolahan pada kuartal III 2018 tercatat sebesar 52,02 persen; perkiraan pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga di bawah 5,2 persen; hingga pernyataan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang dinilai pesimis menambah sentimen negatif bagi rupiah.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Stmk5M

No comments:

Post a Comment