
JAKARTA, iNews.id - Tren negatif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi belum berakhir dan akan kembali terkoreksi hari ini.
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG mengalami pola bearish harami dengan pulled back bearish trend line dengan break out MA50 dan menguji MA20. Indikator stochastic terkonsolidasi negatif dengan bearish momentum RSI yang cenderung menekan terus kearea oversold.
"Diperkirakan pergerakan IHSG masih cenderung tertekan menutup gap dengan titik support dan resistance 5.820-5.920," ujarnya dalam catatannya, Rabu (3/10/2018).
IHSG ditutup melemah 1,16 persen atau 68,98 poin ke level 5.875 dengan sektor industri dasar memimpin pelemahan. Hal ini seiring produsen semen terkoreksi cukup signifikan di mana SMGR dan INTP melemah.
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor utama di mana rupiah melemah hingga mencapai Rp15.000 akibat sentimen dari penguatan harga minyak dan stabilisasi aset negara berkembang. Selain itu, kenaikan Fed Funds Rate menjadi pendorong dolar AS sehingga meluaskan defisit neraca pembayaran negara berkembang hingga terancam krisis seperti Turkey dan Argentina.
"Investor asing tercatat net sell Rp98,71 miliar dengan saham BMRI, BBCA dan UNTR menjadi top net sell value investor asing," kata dia.
Indeks Nikkei (+0,10 persen) dan TOPIX (+0,33 persen) ditutup pada zona positif padahal mayoritas indeks saham di Asia melemah akibat penguatan dolar yang menyebabkan pelemahan yen hingga ke level terendah. Indeks HangSeng (-2,38 persen) ditutup terpuruk setelah dibuka pasca libur diawal pekan dan KOSPI (-1,25 persen) ditutup melemah signifikan.
Bursa saham Eropa ditutup mengiringi pelemahan bursa saham Asia. Indeks EuroStoxx (-0,74 persen), FTSE (-0,28 persen) dan DAX (-0,41 persen). Hal ini disebabkan karena ekuitas di Italia menurun ditengah suasana risk off sehingga dolar AS naik hampir disemua mata uang utama dan aset pasar berkembang.
Faktor lainnya, Pound jatuh saat Brexit dan konferensi tahunan Partai Konservatif yang mengatur terus mendominasi berita utama. Harga minyak terkonsolidasi di sekitar tertinggi dalam hampir empat tahun karena perlambatan dalam pengeboran AS menambah kekhawatiran atas kerugian pasokan dari Iran dan Venezuela.
"Sentimen selanjutnya investor akan terfokus pada data kinerja sektor jasa yang akan rilis di tengah pekan," ucapnya.
Adapun saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya AKRA, JPFA, PTBA, INKP, PTPP, dan TRAM.
Editor : Rahmat Fiansyah
from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2zMZ37b
No comments:
Post a Comment