Pages

Tuesday, August 28, 2018

Tak Sadar Ditipu Perusahaan, Wanita Ini Syok karena Nikahi Pria Asing

HONG KONG, iNews.id - Seorang perempuan Hong Kong berusia 21 tahun mengaku ditipu untuk menikahi orang asing saat ambil bagian dalam sebuah pekerjaan.

Perempuan itu diminta memainkan peran sebagai pengantin wanita dalam pernikahan 'pura-pura', sebagai bagian dari pelatihannya untuk menjadi perencana pernikahan.

Namun ternyata, saat upacara pernikahan, dia dan pria itu menandatangani dokumen pernikahan asli. Dia menyadari dirinya benar-benar menikah setelah kembali ke Hong Kong.

Perempuan itu kaget dan segera mencari bantuan hukum untuk membatalkan pernikahan.

Polisi setempat tidak dapat membantu karena kurangnya bukti bahwa kejahatan terjadi. Tak menyerah, perempuan itu meminta bantuan ke Federasi Serikat Perdagangan Hong Kong (FTU).

"Ini merupakan bentuk baru penipuan dalam pernikahan," kata Direktur Komite Hak dan Manfaat FTU, Tong Kamgyiu, kepada BBC.

"Saya merasa kecewa dan tidak percaya itu bahkan terjadi di Hong Kong modern."

Pada Mei, perempuan yang tidak disebutkan namanya itu melihat lowongan magang sebagai make-up artis di laman Facebook. Namun setelah mendaftar, dia diyakinkan oleh perusahaan untuk beralih ke bagian perencana pernikahan.

Perempuan itu diiming-imingi pelatihan gratis selama sepekan di Hong Kong dan diberitahu bahwa dia perlu berpartisipasi dalam pernikahan pura-pura di Provinsi Fuzhou, China, agar lulus kursus tersebut.

Pada Juli, dia menandatangani dokumen permohonan pernikahan di sebuah pusat pemerintahan setempat. Menurut South China Morning Post, perusahaan menyatakan pernikahan akan batal setelah acara berakhir.

Namun, setelah kembali ke Hong Kong, salah satu teman sekelas meyakinkannya bahwa dia ditipu dan pernikahan tersebut sah.

Saat ini perempuan itu masih berstatus menikah dan harus mengajukan cerai. Belum diketahui siapa pria yang dinikahinya, atau apakah dia akan tinggal di Hong Kong setelah menikah.

"Perempuan 21 tahun itu dimanfaatkan sementara dia tidak tahu apa-apa tentang keadaan itu," kata Tong.

"Kerugian terbesarnya adalah memiliki catatan pernikahan dan itu menyebabkan psikologisnya terganggu."

Setiap tahun, polisi Hong Kong mencatat rata-rata ada 1.000 kasus penipuan pernikahan lintas batas. Penduduk China yang menikah dengan warga Hong Kong dapat mengajukan permohonan untuk tinggal di kota.

Editor : Nathania Riris Michico

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2NqsWyx

No comments:

Post a Comment