Pages

Monday, December 30, 2019

Perdagangan Terakhir 2019, Dolar AS Melemah

NEW YORK, iNews.id - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan akhir tahun Senin (30/12/2019). Pasalnya, selera investor untuk mata uang safe-haven berkurang seiring optimisme baru tentang pertumbuhan global.

Mengutip Xinhua, Selasa (31/12/2019), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,20 persen menjadi 96,7404 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1202 dolar AS dari 1,1185 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3113 dolar AS dari 1,3093 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik hingga 0,6998 dolar AS dari 0,6984 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,81 yen Jepang, lebih rendah dari 109,40 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9685 franc Swiss dari 0,9734 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3055 dolar Kanada dari 1,3071 dolar Kanada.

Pergerakan Senin mengikuti kemunduran besar pada sesi sebelumnya dengan indeks dolar turun sekitar 0,62 persen pada akhir perdagangan Jumat.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/354eiVW

Fadli Zon Sebut KPK Akan Rugi Jika Abaikan Kasus Jiwasraya

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Gerindra Fadli Zon meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya ikut memantau, tapi juga terlibat dalam penanganan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Dia menyebut KPK akan rugi jika tak ikut dalam penanganan kasus tersebut.

Sebagai lembaga yang fokus di bidang tindak pidana korupsi, menurut dia, KPK seharusnya ikut terlibat dalam pengungkapan kasus Jiwasraya karena telah menjadi perhatian publik. "(Jadi) kalau diabaikan itu akan merugikan KPK sendiri. Apalagi, kalau misalnya ada data-data yang diketahui KPK," kata Fadli, di Jakarta, Senin (30/12/2019).

BACA JUGA:

Soal Penanganan Kasus Jiwasraya, KPK: Kami Cukup Memantau Saja

Tiga Fraksi di DPR Usul Pembentukan Pansus Jiwasraya

Dia menduga, kerugian negara sangat besar dari kasus tersebut. Fadli mengusulkan perlu ada kerja sama Kejaksaan, Kepolisian dan KPK dalam mengungkap kasus Jiwasraya. Walaupun ketiga lembaga penegak hukum itu memiliki ruang yang berbeda dalam penanganan kasus korupsi. 

"Berarti kan ini enggak main-main. Jadi seharusnya mendapat perhatian," ujar mantan wakil ketua DPR ini.

Tak hanya kepada lembaga penegak hukum, Fadli juga berharap DPR sebagai lembaga legislatif dapat memberi perhatian khusus terhadap kasus tersebut. Salah satunya, dengan membuat Panitia Khusus (Pansus) Jiwasraya. 

"Jadi kalau ada Pansus akan lebih mudah untuk mencari hulu dari problem persoalan karena dengan adanya Pansus akan terurai semua persoalan, latar belakangnya, siapa yang terlibat, ke mana aliran dananya," tuturnya.

Sebelumnya, KPK memosisikan diri sekadar menjadi pengawas dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, lembaganya menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus BUMN itu kepada Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Sejauh ini sudah dalam penanganan di Kejagung. Cukup bagi KPK untuk memantau perkembangan penanganannya," kata Nawawi di Jakarta, Senin (30/12/2019).

Sedangkan rekan Fadli di Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan sebanyak tiga fraksi mengusulkan dibentuknya Pansus Jiwasraya. Wakil ketua DPR ini menuturkan satu dari tiga fraksi itu adalah Partai Gerindra.

Editor : Djibril Muhammad

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2ZzYqJI