Pages

Friday, June 28, 2019

Iran Komplain ke PBB soal Drone AS Masuki Wilayah Udaranya

TEHERAN, iNews.id - Iran menyatakan sudah secara resmi mengajukan pengaduan ke Dewan Keamanan PBB terkait drone Amerika Serikat (AS) yang disebut memasuki wilayah udaranya. Pesawat ta berawak itu ditembak jatuh, karena dianggap melanggar wilayah udara Iran.

"Iran mengajukan keluhan ke Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal organisasi itu setelah pesawat mata-mata AS melanggar wilayah udara Iran dan ditembak jatuh," bunyi laporkan kantor berita Tasnim, mengutip wakil menteri luar negeri Gholamhossein Dehghani, seperti dilaporkan AFP, Sabtu (29/6/2019).

"Keluhan tersebut menyatakan bahwa Iran memiliki hak untuk mempertahankan wilayah udaranya dan menghadapi segala pelanggaran," sambung laporan itu.

Iran menyatakan pihaknya menembak jatuh pesawat itu awal bulan ini setelah melanggar wilayah udara mereka di dekat Selat Hormuz. Ini menjadi yang terbaru dari serangkaian insiden yang menimbulkan kekhawatiran konflik regional.

Pentagon menyangkal drone AS memasuki wilayah Iran.

Kantor berita resmi IRNA melaporkan, Iran sudah mengajukan keluhan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres atas insiden tersebut.

Iran dan AS terkunci dalam ketegangan yang meningkat sejak Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir multi-partai 2015 dengan Iran dan menerapkan kembali sanksi terhadap republik Islam itu.

Ketegangan melonjak pekan lalu ketika Iran menembak jatuh drone AS di atas perairan Teluk, setelah serangkaian serangan kapal tanker diserang di laut tersebut. AS menuding Iran terlibat dalam penyerangan kapal tanker itu.

Sejak saat itu, kedua negara bermusuhan itu terus saling perang kat-kata; Trump mengumumkan sanksi baru pekan ini terhadap pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif.

Iran mengancam untuk melanggar beberapa komitmennya di bawah kesepakatan nuklir 2015 kecuali jika mitra yang tersisa -Inggris, China, Prancis, Jerman, dan Rusia- membantunya menghindari sanksi AS, terutama untuk menjual minyaknya.

Editor : Nathania Riris Michico

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2XaTQU6

Dicoret dari Liga Europa 2019/2020, AC Milan Hormati Keputusan CAS

MILAN, iNews.id –AC Milan dipastikan batal mentas di Liga Europa 2019/2020, lantaran kasus Financial Fair Play (FFP). Meski menyesalinya, manajemen I Rossoneri menegaskan menghormati keputusan tersebut.

Milan dipastikan tak bisa berlaga di kompetisi tersebut, setelah keluar keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang tak meluluskan banding mereka, Jumat (28/6/2019). Milan sebelumnya mengajukan banding terhadap larangan dua tahun yang dijatuhkan UEFA musim panas lalu.

Kala itu mereka dinyatakan bersalah melanggar aturan pengeluaran uang antara 2015 dan 2017. Di bawah peraturan UEFA, klub yang merugi di luar batas yang diizinkan selama periode tiga tahun menghadapi kemungkinan sanksi, dan dalam beberapa keadaan, dijerat larangan tampil di kompetisi Eropa.

Musim lalu, Milan dapat berkompetisi pada Liga Europa setelah naik banding ke CAS, dan berhasil meyakinkan bahwa keuangan mereka akan membaik di bawah kepemilikan baru. Sayang hal tersebut gagal mereka ulangi kali ini.

Klub Kota Mode Italia itu kini diberi kesempatan memperbaiki kas klub hingga 2020/2021. Hal ini tentu disesali Milan karena musim lalu, skuat yang kini diasuh Marco Giampaolo itu finis di peringkat kelima Serie A.

“Kenyataan yang menyedihkan, fans kami tak akan bisa melihat tim kesayangannya berlaga di kompetisi Eropa musim depan. Klub mengakui dan menghormati FFP. Tidak ada pilihan lain selain menerima sanksi,” kata Milan dalam situs resmi.

Juara Liga Champions itu juga mengaku ikhlas dengan kebijakan yang dikeluarkan CAS. Dengan dicoretnya Milan, jatah wakil Italia untuk mentas di Liga Europa akan diisi Torino yang musim lalu finis di posisi ketujuh.

“CAS sudah menerbitkan keputusan. Milan dengan sukarela menerima sanksi satu tahun dari kompetisi klub UEFA, dalam penyelesaian pelanggaran peraturan Lisensi Klub UEFA dan peraturan FFP,” tutup pernyataan tersebut.

Editor : Haryo Jati Waseso

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2YlVO0v