Pages

Thursday, February 28, 2019

Tingkatkan Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf, TKN Siapkan Program Kejutan

JAKARTA, iNews.id - Tim Kampanye Nasional (TKN) menyiapkan banyak kejutan program sebelum pelaksanaan debat ketiga Pilpres 2019. Program tersebut diyakini akan menambah tebal jarak elektabilitas Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Namun, Juru Bicara TKN Jokowi-Maruf Amin, Arief Rosyid Hasan enggan mengungkapkan berbagai program kejutan tersebut. Dia khawatir, programnya akan ditiru oleh pasangan calon (paslon) 02.

"Kami tidak akan bocorkan, jangan sampai ditiru. Tim 02 sudah kehabisan akal, tentu kami harus hati-hati menyampaikan strategi," ujar Arief dalam acara diskusi bertajuk, Mengukur Kesiapan 01 dan 02 Menuju 17 April di Menteng, Jakarta Pusat (Kamis (28/2/2019).

Selain itu, dia yakin pemilih milenial akan rasional dalam berpikir. Mereka akan memilih calon pemimpin yang berpengalaman pada Pilpres 2019.

"Kami optimistis memenangkan pertarungan ini dan jarak akan terus bertambah. Semua lembaga survei sudah menyebut betapa jauh jarak antara 01 dan 02, bagai langit dan sumur bor," ucapnya.

Sementara itu pengamat politik dari CSIS, Arya Fernandes mengingatkan, ada lima ketidakpastian yang harus diwaspadai kedua paslon. Pertama, kedua paslon dinilai mengalami ketidapercayaan diri. "Saya melihat situasi psikologisnya tidak percaya diri, tidak seperti SBY dulu," katanya.

Kedua, pemilih saat ini tidak bisa diprediksi. Salah satu cara mengetahuinya melalui survei. "Ada tiga segmen pemilih yang bisa diperebutkan, yakni milenial, perempuan dan pemilih Islam," ucapnya.

Ketiga, ketidakpastian partai kecuali Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra. Sementara partai lain lebih cari aman. "Mereka bertarung soal hidup mati di parlemen," tuturnya.

Keempat, relawan dinilai sejak dua tahun ini model kerjanya berbeda dengan 2014. Dulu motivasi orang ikut relawan, yaitu gagasan. Namun, desain pemilu sekarang menyebabkan relawan mengalami perubahan.

Kelima, ada ketidakpastian dari sisi isu. Menurutnya, narasi isu dari kedua kandidat tidak terlihat kentara. "Isunya, isu lama, misal soal pengalaman. Dulu Jokowi juga jual itu. Tim 02 soal asing," katanya.

Editor : Kurnia Illahi

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2VqqM5J

Emas Berjangka Anjlok Tertekan Penguatan Dolar AS

CHICAGO, iNews.id - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup lebih rendah pada Kamis (28/2/2019) waktu setempat setelah indikasi bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami perlambatan.

Mengutip Xinhua (1/3/2019), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April turun 5,10 dolar AS, atau 0,39 persen, menjadi menetap di 1.316,20 dolar AS per ounce.

Ekonomi AS menunjukkan tumbuh 2,6 persen pada kuartal keempat 2018. Pertumbuhan ini lebih lambat dari 3,4 persen pada kuartal ketiga, tetapi lebih baik ekspektasi para analis.

Indeks Manajer Pembelian Chicago (PMI), indikator utama lain dari ekonomi AS, naik tajam pada Februari 2019 karena pesanan baru mencatatkan kenaikan dua digit.

Indeks naik signifikan ke 64,7 pada Februari, naik 8 poin dari 56,7 di Januari dan menandai tertinggi sejak Desember 2017, Institute for Supply Management Chicago mengatakan pada Kamis.

Data ekonomi yang optimis mendukung dolar AS dan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun, kata para analis, yang pada gilirannya menekan aset safe haven emas.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 13,2 sen, atau 0,84 persen, menjadi ditutup pada 15,634 dolar per ons, sedangkan Platinum untuk pengiriman April naik 5,30 dolar, atau 0,61 persen, menjadi menetap di 875,20 dolar per ounce.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Er8tq6