Pages

Thursday, January 31, 2019

Polisi Tangkap Bos 'Prajurit Cinta', Organisasi Kawin Lari di India

NEW DELHI, iNews.id - Bos 'Love Commandos' atau Prajurit Cinta, sebuah organisasi yang menawarkan perlindungan bagi para kekasih yang melarikan diri, ditangkap polisi di Delhi, India. Dia dituduh melakukan pemerasan dan menyalahgunakan para pasangan yang putus asa.

Kelompok ini menjadi terkenal karena menyediakan rumah aman dan nasihat hukum bagi pasangan yang menentang tekanan keluarga, agama, dan kasta untuk menikah di negara konservatif itu.

Pendiri Love Commandos, Sanjoy Sachdev, ditangkap pada Selasa (29/1) malam setelah polisi menggerebek salah satu rumah penampungan bersama anggota dari Komisi Wanita Delhi (DCW).

Saat penggerebekan, empat pasangan yang ingin kawin lari berhasil dibebaskan.

"Ditemukan bahwa (Sachdev) terlibat dalam pengurungan ilegal dan pemerasan pasangan di balik alasan menyediakan rumah yang aman bagi para korban," demikian pernyataan badan resmi DCW, seperti dilaporkan AFP, Kamis (31/1/2019).

Keempat pasangan yang ditemukan selama penggerebekan mengaku dipaksa untuk membayar jumlah yang sangat besar sebagai biaya dan diancam jika mencoba melarikan diri.

Sachdev, yang merupakan mantan jurnalis, meluncurkan 'Love Commandos' pada 2010, setelah membantu seorang pria muda yang dituduh melakukan pemerkosaan oleh keluarga perempuan yang ingin dinikahinya.

Sebagian besar pernikahan di India diatur oleh keluarga; dan pasangan yang menentang tradisi dengan menikahi perempuan di luar kasta dan agama, akan menghadapi reaksi keras.

Setiap tahunnya, ratusan pasangan menjadi korban "pembunuhan demi kehormatan" oleh kerabat dekat untuk melindungi reputasi keluarga.

"Pasangan yang menghadapi ancaman pembunuhan demi kehormatan di negara kami mengalami trauma luar biasa," kata kepala DCW, Swati Maliwal.

"Bagi sebuah LSM untuk memeras dan menyalahgunakan anak-anak yang rentan ini atas nama membantu mereka adalah hal yang sangat memalukan dan tragis."

Editor : Nathania Riris Michico

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2SfPxnb

Tak Akan Langka, Pupuk Subsidi Didistribusikan Tepat di Musim Tanam

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) memastikan distribusi pupuk subsidi memasuki musim tanam tahun 2019 berjalan aman dan lancar. Bahkan, pupuk subsidi yang tahun ini ditargetkan sebanyak 9,55 juta ton sudah didistribusikan ke sejumlah daerah.

Direktur Pupuk dan Pestisida Ditjen PSP Kementan Muhrizal Sarwani mengatakan, distribusi pupuk bersubsidi sudah berjalan bertepatan dengan datangnya musim tanam tahun ini di sejumlah daerah. "Sesuai Permentan 47 Tahun 2018 yang mengatur HET dan alokasi pupuk subsidi per provinsi sudah terbit sejak Desember 2018," ujar Muhrizal, dalam keterangannya Kamis (31/1/2019).

Muhrizal menjelaskan, petani yang mulai menanam padi pada Desember 2018 dan awal tahun 2019 tak perlu khawatir terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi. Sebab, pemerintah sudah menunjuk PT Pupuk Indonesia sebagai distributor pupuk bersubsidi.

"Pupuk Indonesia bertugas melakukan pengadaan pupuk bersubsidi dan mendistribusikannya sesuai dengan rayon masing-masing," tuturnya.

Target volume pupuk subsidi pada tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, yakni 9,55 juta ton. Diharapkan volume tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal, sehingga realisasinya nanti sesuai kebutuhan petani atau RDKK yang diajukan petani.

Supaya distribusi pupuk subsidi di musim tanam tahun ini berjalan lancar, pemerintah melalui PT Pupuk Indonesia akan mendistribusikannya ke daerah yang saat ini sudah mau tanam, bahkan menjadi prioritas utama. “Kami akan perhatikan ke daerah-daerah yang mau tanam. Jangan sampai daerah yang mau tanam ini distribusi pupuknya terlambat,” tuturnya.

Sesuai peraturan pemerintah distribusi pupuk bersubsidi hanya ditujukan kepada petani atau kelompok tani yang telah menyusun RDKK. Pupuk bersubsidi ditujukan kepada petani sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan yang mempunyai lahan maksimal 2 ha per musim tanam.

Karena itu menurut Muhrizal, dengan kesiapan distribusi pupuk subsidi yang dilakukan pemerintah bersama PT Pupuk Indonesia, petani di sentra padi pada musim tanam tahun ini akan menerima pasokan pupuk subsidi sesuai RDKK. “Sejak 1 Januari 2019 petani sudah dapat menebus pupuk subsidi sesuai RDKK yang diajukan,” katanya.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

from iNews.id | Inspiring & Informative kalo berita nya gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2sZZM0A